
Bekasi, KUPAS TUNTAS – Kondisi SMAN 1 Tambelang pasca pergantian kepala sekolah diduga menuai banyak masalah. Dugaan manipulasi keuangan untuk kepentingan pribadi oknum kepala sekolah mencuat ke permukaan. Selain itu, beredar informasi mengenai adanya oknum guru yang kerap melakukan drop out (DO) terhadap puluhan siswa yang dianggap bandel, tanpa upaya pembinaan yang sabar dan efektif.
Tindakan DO tersebut dinilai sangat fatal karena dapat merusak masa depan siswa di usia belajar. Apalagi, keputusan mengeluarkan siswa dari sekolah tanpa solusi lanjutan berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.
Oknum kepala sekolah berinisial Eny Fadliah, M.Pd, yang dikenal arogan dan tertutup, juga dicurigai menyelewengkan anggaran kegiatan sekolah. Dugaan itu menguat setelah ia menunjuk seorang tenaga honorer, yang tak lain adalah mantan muridnya sendiri, sebagai bendahara sekolah. Penunjukan tersebut dinilai bertujuan untuk menutup rapat dugaan praktik korupsi yang dilakukannya.
Tak hanya itu, menurut salah satu sumber di lingkungan Tambelang, oknum kepala sekolah tersebut juga disebut sedang membangun jaringan bisnis seragam sekolah dengan pihak ketiga di luar lingkungan sekolah.
Menanggapi dugaan penyelewengan anggaran tersebut, Ketua GNPK Kabupaten Bekasi, B. Setia Permana, menyatakan pihaknya akan segera melayangkan surat konfirmasi kepada kepala sekolah bersangkutan. Selain itu, surat konfirmasi juga akan ditembuskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
(HTM)


Tidak ada komentar