
Bekasi, Kupas Tuntas || Pasca terciduknya Bupati dan dua orang terduga lainnya oleh KPK Puluhan pejabat mulai kepala Dinas, Sekertaris Dinas dan beberapa kabid ramai ramai tidak aktifkan ponsel atau memang menggantinya dengan no telepon yang baru, dilingkungan pemerintahan daerah kabupaten bekasi bagaikan terkena sunami besar karena dapat meluluh lantahkan keserakahan dan kerakusan terhadap uang negara selama ini.
Terjadinya OTT oleh KPK sebelumnya juga pernah terjadi pada saat neneng hasanah yasin yang terciduk bersama beberapa pejabat lainnya beberapa tahun lalu, tentu saja hal tersebut membuat ketakutan yang sangat bagi para oknum pejabat rakus dan korup yang selama ini merasa dirinya bersalah karena ulah jahatnya dengan merugikan uang negara demi ambisi dan keserakahannya.
Para kepala dinas sekertaris dinas juga kepala bidang pengelola proyek terbanyak memang patut diduga tidak tertutup kemungkinan melakukan dugaan korupsi dengan menjual belikan proyek kepada para kontraktor bermodal besar, maka dinas tersebut tidak luput dari menjadi sasaran para pemilik kekuatan besar seperti adanya dugaan oknum APH yang menekan jajaran dinas atau memang sebaliknya oknum dinas yang memberikannya sebagai upeti dan sebagai perlindungan agar aman dari jeratan hukum, demikian juga dengan tekanan dan upeti untuk pejabat utama di jajaran eksekutif dan legislatif coba saja kita lihat para pejabat eksekutif dan legislatif di kabupaten bekasi mereka rata rata pemain proyek dan para IJONER tutur Haetami Abdallah ketua Umum Rambo yang merasa dirinya sangat geram dengan para koruptor di lingkungan pemerintah kabupaten bekasi yang sudah menjadi kebiasaan dan budaya.
Lebih jauh Haetami Abdallah menegaskan akan terus mengawal kasus OTT di kabupaten bekasi agar tuntas dan akan terus melaporkan ke KPK atau kejaksaan agung atas para oknum pejat korup yang masih melenggang nyaman dan belum tersentuh oleh tangan hukum.
Haetami juga berharap KPK jangan hanya berhenti pada tiga TSK saja karena sebenarnya hampir di kebanyakan dinas pejabat tertingginya adalah para koruptor tandasnya dengan nada berang.
(Hsn)


Tidak ada komentar