
Bekasi, Kupas Tuntas – Ketua Umum Rakyat Membela Prabowo ( RAMBO) menyesalkan lambatnya penentuan bagi beberapa orang yang sempat terkena OTT oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK) padahal di ketahui publik bahwa saat OTT dilakukan ada beberapa pihak lainnya selain ketiga tersangka yang telah ditetapkan oleh pihak anti rasuah tersebut, Haetsmi Abdallah menghawatirkan lambannya penentuan tersangkanya lainnya dapat membuat para oknum koruptor yang diduga turut terlibat dapat menghilangkan barang bukti dan berupaya lainnya yang bisa mengaburkan dan melemahkan bukti bukti yang dalam pendalaman KPK, fakta yang paling jelas dilakukan para oknum tersangka kuat dugaan mereka ramai-ramai mengganti no ponsel dan berupaya menghapus bukti bukti komunikasi seperti sempat di sampaikan juru bicara KPK dihadapan wartawan baru baru ini, bahkan KPK juga sedang menelusuri siapa pemberi intruksi penghapusan komunikasi dari beberapa ponsel para oknum yang dicurigai komisi anti rasuah tersebut.
Lebih jauh Haetami menegaskan bahwa sesungguhnya dari ketiga tersangka yang telah ditetapkan itu hanya karena faktor apes saja, karena koruptor sesungguhnya adalah para oknum kepala Dinas yang memiliki proyek dan anggaran cukup besar, pembeli proyek dan penyuap para kepala Dinas juga para kepala bidang hampir terjadi di semua Dinas, juga oknum kontraktor yang sering memberi ijon masih banyak lagi selain SRJ, KPK tinggal ditelusuri saja para kontraktor yang selalu mendapatkan pekerjaan besar dan banyak, patut diduga itu adalah hasil permainan kotor dengan pihak Dinas,bahkan patut juga di curigai adanya oknum APH yang terlibat mendapatkan proyek dari oknum kepala Dinas.
Masih menurut ketua Umum Rakyat Membela Prabowo ( RAMBO) tersebut dirinya juga mencurigai beberapa proyek selain di Cipta karya, PSDA BMBK, Dinas pendidikan juga Dinas Kesehatan juga patut dicurigai melakukan hal yang sama seperti ijon dan transaksi prosentase dengan oknum kontraktor nakal dengan commitmen rahasia kedua belah pihak, seperti proyek pengadaan meubelair di Dinas Pendidikan juga patut di curigai adanya Permainan antara pihak kontraktor, kepala Dinas Pendidikan yang diduga dibantu oleh oknum Pokja di ULP. (HTM)


Tidak ada komentar