DUA SISWA NYARIS PUTUS SEKOLAH JADI KORBAN SURAT KETERANGAN MUTASI PALSU DARI SMAN 1 PEBAYURAN?

KUPAS TUNTAS's avatar
KUPAS TUNTAS
6 Mar 2026 23:06
2 menit membaca

BEKASI, KUPAS TUNTAS || Sungguh sangat teragis nasib 2 orang siswa yang mengajukan pindah sekolah demi lebih baik dan maksimal giat belajar dengan dalih pengawasan orang tua yang lebih efektif, serta berharap dan mempercayai sekolah negeri yang masih menjadi paporit bagi banyak siswa di berbagai tingkatan sekolah. Ironis sungguh nasib kedua siswa tersebut kini terkatung-katung, pasalnya kedua siswa yang menerima surat pindah dari SMAN 1 Pebayuran tersebut malah di tolak oleh pihak sekolah karena adanya dugaan bahwa surat keterangan yang di Terima kedua siswa tersdbut adalah palsu.

Sementara itu sumber informasi yang berhasil di hubungi menjelaskan tentang adanya dugaan penolakan oleh pihak sekolah itu terjadi karena dugaan pemalsuan tandatangan sekolah, namun ironisnya pihak sekolah tidak bertanggung jawab jika memang surat tersebut di duga palsu, Dampak dari kejadian tersebut sangat melanggar surat keputusan gubernur no 463.1/Kep.323-Disdik/2025. Tentang tujuan utama Pencegahan Anak Putus Sekolah.

Hal tersebut justru sangat bertentangan dengan Kepgub yang jelas jelas mencegah terjadinya anak putus sekolah, justru kejadian yang terjadi di SMAN 1 Pebayuran malah mengakibatkan siswa yang sedang aktif sekolah malah menjadi putus dan terkatung-katung jika tidak segera di ambil langkah oleh pihak penyelenggara pendidikan di provinsi jawa barat terutama KCD wilayah lll Jawa Barat yang dinilai lengah dalam kejadian tersebut.

Sementara Itu Ally Sopian Wasekjen Rakyat Membela Prabowo (RAMBO) yang dimintai tanggapannya tentang adanya hal tersebut, Ally sopyan sangat menyesalkan pihak sekolah yang dinilai merusak Kep Gub terlebih kedua siswa yang mengajukan jalur mutasi tersebut adalah asli siswa yang berhak Zonasi sekalipun karena keduanya anak anak domisili serta tinggal di kecamatan Pebayuran, Ally sopyan juga berjanji akan mengadukan Pihak sekolah, KCD Wilsyah III Jawa Barat ke Gubernur agar para oknum yang mengakibatkan terkatung-katung nya kedua siswa tersebut di sangsi keras tanpa ragu. (HTM)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x